jenis decking kayu

Kenali 5 Jenis Decking Kayu Rekomendasi Untuk Outdoor

Jenis decking kayu – Salah satu hal penting yang perlu anda ketahui saat ingin membeli decking kayu untuk outdoor adalah mengenal jenis kayu untuk decking. Kenapa? karena kayu-kayu yang digunakan untuk decking harus memenuhi syarat ketat kesesuaian kayu untuk decking.

decking kayu Tile taman

Syarat Kayu Bagus Untuk Decking

memilih jenis kayu untuk decking tidak bisa sembarangan. Ada beberapa syarat utama yang wajib diperhatikan sebelum memutuskan kayu mana yang paling ideal digunakan. Berikut adalah pembahasan mendalam mengenai syarat jenis kayu untuk decking.

1. Kayu Harus Kuat dan Keras (Durability & Density)

Syarat pertama yang paling penting adalah tingkat kekuatan (strength) dan kekerasan (hardness) kayu. Decking harus mampu menahan beban pijakan, goresan, benturan, hingga gesekan sehari-hari.

Jenis kayu yang dipilih sebaiknya termasuk kategori kayu kelas kuat I atau II. Kayu dengan kelas ini memiliki kerapatan tinggi, struktur serat yang padat, dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

jenis decking kayu

Contoh kayu keras untuk decking:

  • Kayu Ulin (Borneo Ironwood) → terkenal sebagai salah satu kayu terkeras di dunia.
  • Kayu Bengkirai → populer karena kekuatannya yang stabil.
  • Kayu Merbau → keras, kokoh, dan tahan lama.

Kenapa kekerasan penting?
Jika decking menggunakan kayu lunak, maka permukaannya cepat tergores, melengkung saat diinjak, bahkan bisa retak atau patah dalam jangka pendek. Kayu keras mampu menjaga bentuk tetap stabil meskipun digunakan di area outdoor yang sibuk.

2. Tahan Kelembapan dan Air

Decking diletakkan di luar ruangan, otomatis akan terkena hujan, embun, hingga kelembapan udara yang tinggi. Oleh sebab itu, kayu yang digunakan harus tahan terhadap air agar tidak cepat lapuk atau membusuk.

Kayu yang memiliki kandungan minyak alami (natural oil) biasanya lebih tahan terhadap air dan perubahan cuaca. Minyak alami ini berfungsi sebagai pelindung kayu dari serapan air berlebih dan memperlambat proses pelapukan.

Penting dicatat: meskipun tahan air, decking kayu tetap membutuhkan lapisan finishing outdoor (seperti wood oil atau decking coating) untuk memperpanjang usianya.

3. Tidak Mudah Melenting (Stabilitas Dimensi)

decking kayu Tile taman

Syarat jenis decking kayu ketiga adalah kayu tidak mudah melenting, melengkung, atau retak akibat perubahan suhu dan kelembapan. Kayu yang kurang stabil biasanya akan mengalami muai-susut yang tinggi, sehingga papan decking bisa mengangkat paku, renggang dari sambungan, bahkan pecah.

Kayu dengan stabilitas dimensi baik memiliki tingkat penyusutan rendah meskipun terjadi perbedaan kelembapan udara.

Tips: Sebelum dipasang, kayu decking sebaiknya melalui proses pengeringan (oven dry) agar kadar airnya stabil. Proses ini mencegah kayu berubah bentuk setelah terpapar cuaca luar.

4. Tidak Disukai Hama Perusak Kayu

Ancaman lain yang sangat serius untuk decking adalah serangan rayap, bubuk kayu, atau jamur pelapuk. Oleh karena itu, jenis kayu yang dipilih harus memiliki kandungan zat alami (ekstraktif) yang membuatnya tidak disukai hama.

Kayu dengan kelas awet I atau II sangat dianjurkan, karena daya tahannya terhadap hama jauh lebih tinggi.

Jika menggunakan kayu dengan kelas awet rendah, maka wajib dilakukan treatment anti-rayap sebelum pemasangan, agar daya tahannya meningkat.

5 Jenis Decking Kayu Yang Terbaik Untuk Diketahui

Dengan syarat-syarat diatas yang begitu spesifik, tidak banyak jenis kayu yang bisa digunakan untuk decking, setidaknya ada 3 Plus 2 jenis kayu yang ideal digunakan untuk decking, sudah paling aman, awet, bagus dan minim kerusakan.

1. Decking Kayu Ulin

ulin kalimantan decking kayu

Jenis decking kayu pertama ada Kayu ulin, sering disebut sebagai Borneo Ironwood, dikenal sebagai kayu super keras dan sangat awet. Kayu ini berasal dari hutan Kalimantan dan Sumatera, dan termasuk kayu kelas kuat I serta awet I.

Kelebihan

  • Sangat keras dan padat, bahkan lebih berat dari air (tenggelam bila direndam).
  • Tahan air → tidak mudah lapuk meski sering terkena hujan.
  • Tahan rayap dan jamur → memiliki zat alami yang membuatnya tidak disukai hama.
  • Umur panjang → bisa bertahan hingga puluhan tahun tanpa banyak perawatan.

Kekurangan

  • Harga relatif sangat mahal.
  • Proses pengerjaan lebih sulit karena kayu terlalu keras.
  • Pasokan terbatas karena kayu ulin termasuk kayu langka.

jenis Decking kayu ulin adalah pilihan terbaik untuk proyek prestisius yang mengutamakan kekuatan, ketahanan, dan eksklusivitas.

2. Decking Kayu Merbau

merbau decking kayu

Kayu merbau berasal dari Papua dan Maluku, serta menjadi salah satu kayu favorit untuk decking di Asia Tenggara. Warna cokelat kemerahan hingga cokelat tua memberikan kesan hangat dan mewah.

Kelebihan

  • Kuat dan stabil → termasuk kelas kuat I–II dan awet I–II.
  • Stabilitas tinggi → tidak mudah melengkung atau melenting.
  • Warna alami menarik → cocok untuk area outdoor modern maupun klasik.
  • Harga lebih terjangkau dibanding kayu ulin.

Kekurangan

  • Mengeluarkan getah berwarna merah saat baru dipasang, sehingga perlu finishing ekstra.
  • Butuh lapisan pelindung (coating) agar warna tidak cepat pudar terkena sinar UV.

Decking kayu merbau adalah opsi favorit dengan kombinasi harga yang lebih terjangkau dan kualitas yang hampir setara dengan ulin.

3. Decking Kayu Bengkirai

Jenis Decking Kayu Bengkirai 

Kayu bengkirai banyak ditemukan di Kalimantan dan dikenal dengan warna kuning kecokelatan hingga cokelat tua. Kekuatan kayu ini berada di kelas kuat II dan awet II, sehingga cukup tangguh untuk penggunaan luar ruangan.

Kelebihan

  • Keras dan kokoh → cocok untuk area yang sering diinjak.
  • Harga lebih ekonomis dibanding merbau dan ulin.
  • Ketersediaan cukup melimpah di pasaran.

Kekurangan

  • Warna alami bisa berubah lebih cepat jika tidak dilapisi pelindung.
  • Rentan retak rambut jika tidak melalui pengeringan sempurna.
  • Daya tahan terhadap rayap tidak sekuat ulin atau merbau.

Decking kayu bengkirai cocok untuk Anda yang mencari jenis decking kayu dengan kualitas baik namun tetap ramah di kantong.

4. Decking Kayu Keruing

Jenis Decking Kayu Kruing 

Kayu keruing termasuk jenis kayu keras yang berasal dari Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Warna kayunya cokelat kemerahan dengan serat yang cukup menarik.

Kelebihan

  • Kekuatan baik (kelas kuat II–III).
  • Harga relatif lebih murah dibanding ulin, merbau, maupun bengkirai.
  • Cukup tahan lama jika diberi perawatan rutin.
  • Tekstur serat kayu alami yang indah.

Kekurangan

  • Ketahanan terhadap hama dan cuaca tidak sebaik ulin/merbau.
  • Membutuhkan finishing pelindung secara berkala.
  • Stabilitas dimensi lebih rendah → berpotensi melenting jika pemasangan kurang tepat.

Jenis Decking kayu keruing adalah alternatif ekonomis dengan tampilan indah, meski membutuhkan perawatan lebih intensif.

5. Decking Kayu Rengas

Ada juga jenis decking kayu dari Kayu rengas termasuk kayu keras dengan warna khas merah kehitaman hingga ungu tua, menjadikannya unik dan eksotis. Kayu ini sering dipakai tidak hanya untuk decking, tapi juga furnitur dan kerajinan mewah.

Kelebihan

  • Warna dan pola serat eksotis → tampil berbeda dan menarik.
  • Keras dan padat → cukup tahan terhadap beban pijakan.
  • Memberikan kesan mewah dan artistik.

Kekurangan

  • Ketahanan terhadap cuaca luar ruangan tidak sebaik ulin atau merbau.
  • Cenderung langka, sehingga harganya bisa tinggi.
  • Membutuhkan perawatan ekstra untuk menjaga warna tetap stabil.

Jenis Decking kayu rengas cocok untuk Anda yang mengutamakan estetika unik dan tampilan eksklusif, meskipun dari segi ketahanan perlu perhatian lebih.

Kenapa Kayu Jati Tidak Masuk dalam Rekomendasi Decking Kayu?

Pertanyaan ini pasti muncul di benak Anda, kenapa kayu jati sebagai kayu berkualitas tidak ada di deretan rekomendasi diatas? Setidaknya ada beberapa alasan untuk itu:

1. Corak Indah Lebih Cocok untuk Flooring Indoor

jenis lantai kayu jati

Kayu jati dikenal dengan pola serat yang sangat khas dan indah. Warna emas kecokelatannya memancarkan kesan mewah, sementara serat lurusnya memberi tampilan elegan yang sulit ditandingi jenis kayu lain.

Namun, keindahan ini justru menjadi alasan utama kenapa jati lebih dimaksimalkan untuk flooring indoor seperti parket atau papan solid. Untuk decking outdoor, faktor estetika yang terlalu “mewah” sering dianggap tidak sejalan dengan karakter area luar ruangan yang lebih natural dan cenderung terpapar cuaca ekstrem.

Dengan kata lain, nilai estetika kayu jati lebih berkelas bila dipertontonkan di ruang dalam, bukan di area luar yang rawan aus dan perubahan warna.

Selengkapnya : Jenis lantai kayu Jati indoor

2. Ketersediaan Bahan Baku Kayu Jati Cenderung Pendek

Hal krusial lainnya adalah soal panjang dan dimensi bahan baku.

  • Kebutuhan decking kayu umumnya berupa papan panjang dengan ukuran tebal dan lebar tertentu, agar kuat menahan pijakan dan cuaca luar ruangan.
  • Sementara itu, pasokan kayu jati yang ada di pasaran sering kali berupa potongan pendek-pendek, karena jati membutuhkan waktu puluhan tahun untuk tumbuh besar dan lurus sempurna.

Kondisi ini membuat jati jauh lebih efisien bila diolah menjadi parket indoor berukuran kecil hingga sedang, dibanding dipaksakan untuk decking yang membutuhkan papan panjang.

Dengan kata lain, karakteristik log kayu jati lebih sesuai untuk flooring indoor, bukan outdoor.

3. Harga Jati untuk Decking Cenderung Tinggi

Kalaupun ada produk decking kayu jati, harga jualnya biasanya jauh lebih mahal dibanding jenis kayu lain seperti ulin, merbau, atau bengkirai.

Beberapa alasan tingginya harga tersebut antara lain:

  • Pertumbuhan jati yang lambat (butuh puluhan tahun untuk panen).
  • Permintaan tinggi dari sektor furnitur dan flooring indoor.
  • Ketersediaan kayu panjang yang terbatas.

Akibatnya, decking kayu jati menjadi kurang efisien secara harga, karena untuk area outdoor biasanya orang membutuhkan luasan besar. Jika dihitung per meter, biaya pemasangan decking jati bisa berlipat ganda dibanding decking merbau atau bengkirai.

Dengan perbandingan biaya dan fungsi, konsumen maupun kontraktor cenderung memilih kayu lain yang lebih ekonomis namun tetap kuat dan tahan lama.

Tabel Perbandingan Jenis Decking Kayu

harga decking kayu outdoor
Jenis KayuKekuatanKeawetanTahan Air/KelembapanHarga
Ulin⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Merbau⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Bengkirai⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Keruing⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Rengas⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐

kami sendiri menilai jika Jenis Decking kayu Ulin adalah pilihan terbaik yang bisa Anda gunakan untuk area eksterior rumah, seperti balkon, rooftop, samping kolam dan lain sebagainya. Mengingat karakteristiknya sangat bagus untuk itu.

Untuk pemesanan, detail harga dan ukuran lebih lengkap disini : Harga Decking Kayu Outdoor per M²

Alternatif sintetis : Decking WPC

Decking WPC

WPC (Wood Plastic Composite) adalah material komposit yang terbuat dari campuran serat kayu (wood fiber) dan plastik berkualitas tinggi, biasanya PVC, PE, atau HDPE. Proses manufakturnya menghasilkan papan decking yang menyerupai kayu asli, namun dengan sifat lebih stabil dan tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem.

Secara visual, WPC Deck mampu meniru tekstur dan warna kayu, bahkan kini tersedia dalam berbagai pilihan corak modern. Inilah yang menjadikannya alternatif ideal untuk decking kayu solid, terutama bagi mereka yang mengutamakan praktis, tahan lama, dan minim perawatan.

Bagi Anda yang menginginkan decking dengan tampilan elegan, tahan cuaca, anti rayap, dan minim perawatan, WPC Deck adalah solusi terbaik. Meski tidak sepenuhnya menggantikan keindahan alami kayu solid seperti Ulin atau Merbau, WPC memberikan nilai tambah dalam hal kepraktisan dan daya tahan.

Demikian pembahasan kali ini mengenai Jenis Decking kayu, ada Ulin, merbau, bengkirai, keruing, rengas dan WPC. Jadi, diantara jenis decking diatas, mana yang paling anda sukai?

Similar Posts

One Comment

Comments are closed.