kiosparquet kayu termahal di Indonesia

10 Kayu Termahal Di Indonesia, Ada Yang Seharga Emas?

Kayu termahal di Indonesia – Siapa sangka di Indonesia ada jenis kayu yang harganya setara dengan emas? Gilakan. Kayu ini tentu bukan untuk kebutuhan Konstruksi.

Faktor yang membuat harga kayu melambung bukan hanya kekuatannya, tapi kelangkaan (scarcity), keindahan serat (aesthetics), dan kandungan kimia unik (aroma/minyak).

Bila Anda penasaran, kali ini KIOS PARQUET akan membeberkan 10 jenis kayu termahal di Indonesia. Siapa tahu mungkin anda tertarik membudayakannya.

Baca juga : 5 Urutan Kayu Terkuat di Indonesia Dan Karakteristiknya

Deretan Kayu Termahal di Indonesia

Jika Anda berpikir Kayu Jati adalah yang termahal, Anda salah besar. Jati bahkan mungkin hanya duduk di peringkat tengah kebawawh dalam daftar ini.

Apakah Anda semakin penasaran?

Berikut adalah 10 kayu termahal di Indonesia, diurutkan dari yang harganya “masuk akal” hingga yang “tidak masuk akal”.

1. Kayu Gaharu

kiosparquet kayu Gaharu 1

Dijual Per Kg Rp 5 Juta – Rp 500 Juta+

Ini dia yang kami sebut dibawah sebagai kayu yang setara emas. Gaharu bukan sekadar kayu, ini adalah komoditas elit dunia.

Kayu ini berasal dari pohon Aquilaria yang terinfeksi jamur. Resin yang dihasilkan pohon untuk melawan jamur itulah yang berbau harum dan berharga miliaran.

  • Kisaran Harga
    Mulai dari jutaan hingga ratusan juta rupiah per kilogram (untuk grade Super King).

Jangan Tertipu, Kayu Gaharu yang sehat (putih) itu murah dan tidak berharga. Yang mahal adalah “penyakitnya” (gubal hitam berminyak). Kayu Gaharu ini sangat dicari dan diterima di Timur Tengah dan China adalah pembeli terbesar untuk wewangian dan dupa ritual.

2. Kayu Cendana (Sandalwood)

 kayu cendana

Dijual Per Kg Rp 500 Ribu – Rp 3 Juta

Berbeda dengan Gaharu yang resinnya terbentuk akibat penyakit, wangi khas Cendana berasal dari minyak atsiri murni yang diproduksi secara alami oleh pohonnya. Kayu asli Nusa Tenggara Timur (NTT) ini memiliki aroma yang mampu bertahan hingga puluhan tahun pada produk kerajinannya. 

Di pasaran, harga Cendana ditentukan oleh kadar minyak dan kekuatan aromanya, yang bisa mencapai jutaan rupiah per kilogram. Pembeli harus sangat jeli membedakan Cendana NTT (Santalum album) dengan “Cendana Jawa” atau varietas lain yang aromanya jauh lebih lemah dan cepat hilang.

Note:
Khusus untuk Gaharu dan Cendana, pasar tidak peduli seberapa besar balok kayunya. Yang mereka cari adalah kandungan resin/minyak di dalamnya.

Sepotong kecil Gaharu yang hitam pekat (penuh resin) harganya bisa setara mobil, sementara sebatang pohon Gaharu utuh yang “sehat” (putih bersih) mungkin hanya dihargai sebagai kayu bakar.

3. Kayu Pelawan

kayu pelawan

Per Batang Tidak Tentu (Collector)

Kayu ini identik dengan wilayah Bangka Belitung dan sering diasosiasikan dengan madu pahit Pelawan yang terkenal. Secara fisik, kayu ini memiliki warna merah menyala dan tingkat kekerasan yang ekstrem, bahkan paku biasa seringkali bengkok jika dipaksa menembusnya. 

Kelangkaan kayu Pelawan di alam liar serta pertumbuhannya yang sangat lambat membuat harganya menjadi premium. Selain itu, kayu ini memiliki resistensi yang tinggi terhadap api, membuatnya sangat awet namun sulit diolah.

4. Kayu Trembalo

kayu Trembelo

Harga dinilai dari budaya, seni dan keunikan coraknya

Mungkin terdengar asing bagi masyarakat umum, namun bagi kolektor senjata tradisional dan keris, Trembalo adalah kayu bertuah. Kayu ini memiliki motif serat atau pelet yang unik (sering disebut nginden atau nyerat), yang sangat dihargai untuk pembuatan warangka (sarung) keris. 

Harganya tidak lagi dihitung berdasarkan kubikasi atau kekuatan struktur, melainkan berdasarkan nilai seni, budaya, dan keunikan corak yang muncul pada setiap potongannya.

Kayu langka seperti Pelawan atau Trembalo seringkali dijual “per set” atau “per batang” untuk kebutuhan spesifik seperti gagang pisau, tongkat komando, atau pipa rokok. Di sini, harga murni ditentukan oleh “rasa” dan negosiasi antara penjual dan pembeli.

5. Kayu Eboni Sulawesi (Diospyros celebica)

kayu Eboni

Dijual Per m³ Rp 35 Juta – Rp 50 Juta+

Sering dijuluki sebagai “Emas Hitam” atau Black Gold, Eboni Sulawesi memiliki ciri fisik yang sangat dramatis: warna coklat gelap hingga hitam legam dengan corak serat kemerahan yang lurus tegas. 

Harganya melambung tinggi bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga karena statusnya yang masuk dalam daftar Appendix II CITES, yang membatasi perdagangan internasionalnya secara ketat. Tekstur kayu ini sangat halus dan padat, sehingga pengrajin seringkali tidak perlu lagi mengamplasnya secara berlebihan untuk mendapatkan permukaan yang licin dan mengkilap.

6. Kayu Sonokeling (Java Rosewood)

Kayu sonokeling

Per m³ Rp 15 Juta – Rp 40 Juta

Dikenal dunia sebagai Java Rosewood, Sonokeling adalah primadona bagi kalangan seniman dan musisi. Kayu ini memiliki warna ungu kehitaman yang eksotis dan sangat dicari karena kemampuan resonansi suaranya yang luar biasa, menjadikannya bahan baku utama untuk gitar akustik premium dan piano. 

Dalam perdagangan, semakin gelap warna hitamnya, semakin mahal harganya. Bagian gubal (pinggir kayu) yang berwarna putih biasanya dibuang atau hanya digunakan sebagai aksen kontras pada kerajinan tangan bernilai seni tinggi.

7. Kayu Kuku (Pericopsis mooniana)

kayu kuku

Per m³ Rp 10 Juta – Rp 16 Juta

Sering disebut sebagai “Jati-nya Papua”, Kayu Kuku menjadi alternatif mewah bagi mereka yang menginginkan tampilan elegan namun berbeda dari Jati biasa. Meskipun secara visual mirip, Kayu Kuku memiliki tekstur yang lebih halus dan densitas yang lebih keras dibandingkan Jati. Para desainer interior kelas atas sering memilih kayu ini untuk flooring atau furnitur high-end karena seratnya yang memberikan kesan glossy alami dan kemewahan yang tidak pasaran.

8. Kayu Ulin (Ironwood)

Decking kayu Ulin

Per m³ Rp 14 Juta – Rp 40 Juta

Ulin adalah raja dari segala kayu konstruksi di Indonesia. Harganya menjadi sangat mahal karena faktor “biaya waktu”; pohon Ulin tumbuh sangat lambat, dengan penambahan diameter batang kurang dari satu sentimeter per tahun. 

Membeli satu batang balok Ulin tua sama dengan membeli sejarah ratusan tahun. Karena ketahanannya yang luar biasa terhadap air laut dan serangan rayap tanpa perlu pengawetan, Ulin tetap menjadi pilihan mutlak untuk konstruksi berat seperti dermaga dan decking luar ruangan meskipun harganya jauh di atas kayu konstruksi lainnya.

Selengkapnya : Mengenal Ulin Kalimantan, Jenis Kayu Kuat Tingkat Dunia

9. Kayu Jati Perhutani (Grade A / TPK)

jenis lantai kayu jati

Per m³ Rp 15 Juta – Rp 35 Juta+

Penting untuk membedakan antara Jati kampung dengan Jati Perhutani (TPK). Jati yang masuk kategori kayu termahal adalah Jati TPK yang telah berumur minimal 40 hingga 60 tahun. Kayu grade ini memiliki serat lurus, warna coklat emas yang merata, dan kandungan minyak alami yang tinggi yang melindunginya dari pelapukan. 

Satu kubik kayu Jati TPK dengan diameter log besar bisa setara dengan harga mobil bekas, menjadikannya simbol status sosial yang abadi dalam dunia furnitur.

Baca juga : Kenali Kayu Jati Dari Ciri-Ciri, Jenis Dan Manfaatnya

10. Kayu Merbau (Export Grade)

harga flooring kayu merbau jumbo

Per m³ Rp 8 Juta – Rp 12 Juta

Merbau merupakan pintu gerbang menuju kayu mewah. Meskipun ketersediaannya lebih banyak dibandingkan Ulin atau Eboni, Merbau dengan kualitas ekspor (export grade)—yang bersih dari gubal putih dan cacat mata kayu, memiliki banderol harga yang cukup tinggi, terutama untuk pasar Australia dan Eropa. 

Kayu ini sangat diminati karena kekerasannya yang tinggi dan warnanya yang merah elegan, meskipun penggunanya harus siap menangani getah merah khas yang dimilikinya.

Untuk Ulin, Jati, Merbau, dan Sonokeling dan lainnya, harga dihitung berdasarkan kubik. Rumus Mahal: Papan yang lebar (misal lebar 40cm utuh) harganya per kubik jauh lebih mahal daripada papan sempit (lebar 10cm), meskipun total volumenya sama. Kenapa? Karena mencari pohon besar untuk menghasilkan papan lebar itu sangat sulit.

Demikian pembahasan kali ini mengenai Daftar jenis kayu termahal di Indonesia, gimana? Apakah Anda tertarik membudiyakan salah satunya?

Similar Posts