Kayu Sungkai Untuk Pintu, Kusen dan Furniture lainnya
Kayu sungkai untuk Pintu – Dalam menemukan jenis kayu untuk kebutuhan pintu atau kusen, kita tidak hanya memerlukan kayu yang kuat, tapi indah dan juga memiliki harga murah. Sungkai adalah salah satu rekomendasinya.
Kenapa Kayu sungkai cukup Rekomendasi untuk di jadikan pintu, kusen dan Furniture? Mari kita pelajari karakteristik, kelebihan kekurangan dan ragam tantangan ketika menggunakan kayu sungkai.

Apakah Anda sedang mencari kayu terbaik untuk lantai? Kami KIOS PARQUET menyediakan Jati, merbau, Ulin, bengkirai dan lain sebagainya.
Karakteristik Kayu Sungkai
Kayu Sungkai berasal dari pohon Peronema canescens, yang kebanyakan tumbuh di Sumatra dan Kalimantan. Di pasaran, Sungkai digolongkan sebagai kayu kelas menengah, baik dari tingkat kekerasan maupun keawetan. Warnanya terang, seratnya halus, dan teksturnya bersih—karakter yang membuatnya cocok untuk interior modern, minimalis, hingga skandinavia.

1. Warna dan tampilan
Kayu Sungkai memiliki warna dasar kuning cerah hingga coklat muda. Ketika difinishing, warnanya berubah menjadi lebih hangat dan natural. Seratnya halus dan terlihat lembut, hampir mirip dengan kayu Ash versi lokal.
Inilah yang membuat banyak interior designer jatuh hati, tampilannya clean dan tidak terlalu ramai.
2. Struktur serat
Seratnya dominan lurus, tapi kadang sedikit bergelombang. Teksturnya halus dan enak diraba, sangat estetis untuk permukaan furniture.
3. Tingkat kekerasan
Sungkai tergolong kayu kelas II–III untuk kekuatan, artinya cukup keras untuk kebutuhan interior, tapi tidak sekuat kayu Merbau atau Jati.
4. Tingkat muai susut
Sungkai cukup stabil asalkan melalui proses oven. Tanpa pengeringan yang baik, ia cenderung mengalami penyusutan atau sedikit melengkung.
5. Bobot
Beratnya menengah, tidak terlalu berat seperti ulin, tapi juga tidak seringan sengon. Kendati demikian, bobotnya masih aman untuk kusen dan daun pintu.
Baca juga : Mengenal Ulin Kalimantan, Jenis Kayu Kuat Tingkat Dunia
Kelebihan Kayu Sungkai
Dengan karakteristik sebagaimana disebutkan diatas, kayu sungkai memiliki beberapa kelebihan antaranya:
1. Tampilan natural yang elegan

Sungkai punya estetika alami yang membuat banyak orang langsung suka. Warnanya lembut dan “bersih”, sangat cocok untuk gaya rumah minimalis, japandi, tropis, hingga modern-natural.
2. Mudah diolah
Sungkai adalah material favorit banyak pengrajin karena:
- mudah dipotong
- mudah dibentuk
- mudah di-finish (melamic, PU, natural coating)
Teksturnya tidak menantang seperti Jati atau Merbau yang keras.
3. Harga lebih terjangkau
Dibanding kayu premium, harga Sungkai jauh lebih ramah. Anda mendapat tampilan mewah tanpa harus membayar harga kelas elite.
4. Cocok untuk interior
Dalam kondisi indoor, kayu Sungkai bisa bertahan lama karena tidak langsung terkena hujan dan panas.
5. Finishing sangat bagus
Finishing natural, NC, PU, dan water-based semuanya terlihat menarik di kayu Sungkai. Warna terang ini mudah diatur sesuai gaya ruangan.
Kekurangan Kayu Sungkai
Tidak ada kayu yang sempurna, termasuk Sungkai yang pastinya ada beberapa kelemahan yang perlu Anda pertimbangkan.
1. Tidak tahan cuaca
Dipakai outdoor? Sungkai cepat rusak. Ia bukan kayu yang tahan air atau terik matahari, sehingga sangat tidak dianjurkan untuk decking atau penggunaan eksterior.
2. Potensi diserang rayap
Dibanding kayu keras seperti Merbau atau Ulin, Sungkai lebih rentan rayap. Karena itu, perawatan dan coating berkualitas sangat diperlukan.
3. Kekuatan menengah
Untuk struktur berat atau kusen yang memikul beban tinggi, Sungkai bukan pilihan utama. Ia lebih cocok untuk produk dekoratif.
4. Penyusutan
Jika tidak melalui proses oven yang benar, Sungkai bisa sedikit mengembang dan menyusut.
Beragam Manfaat kayu sungkai

Kayu sungkai memiliki warna yang cerah, bersih membuat banyak orang suka, apalagi untuk kebutuhan desain rumah minimalis. Bagi Anda yang berencana menggunakan kayu sungkai untuk berbagai kebutuhan rumah seperti Furniture, kusen dan pintu, mari kita ulas satu persatu.
1) Kayu Sungkai untuk Pintu
Bolehkah kayu Sungkai dipakai sebagai pintu? Jawabannya: bisa, asal hanya untuk indoor.
Keunggulan Sungkai untuk pintu:
- tampilannya mewah
- bobotnya tidak terlalu berat (kusen jadi lebih aman)
- bisa dibuat model minimalis, panel, atau kombinasi kaca
- harga lebih terjangkau daripada Jati
Kekurangan:
- tidak cocok untuk pintu utama outdoor
- perlu finishing anti-rayap
Sungkai untuk pintu kamar, pintu ruang belajar, atau pintu lemari adalah pilihan yang sangat ideal.
2) Kayu Sungkai untuk Kusen
Untuk kusen, Sungkai sebenarnya mampu digunakan, tetapi terbatas untuk penggunaan dalam ruangan.
Kelebihan:
- tampilan menarik
- lebih murah dari Jati
- mudah dikerjakan tukang
Kekurangan:
- kekuatan menengah, tidak sebaik Jati atau Merbau
- tidak tahan cuaca jika dipasang sebagai kusen pintu luar
Rekomendasi: gunakan Sungkai untuk kusen jendela interior atau kusen pintu kamar.
Baca juga : Harga Kusen Kayu Merbau Untuk Pintu Dan Jendela
3) Kayu Sungkai untuk Furniture (Rekomendasi)

Inilah area terbaik dari kayu Sungkai. Hampir semua perabot indoor cocok dibuat dari kayu ini.
Contoh furniture dari kayu Sungkai:
- meja tamu
- meja tv
- rak buku
- tempat tidur
- lemari pakaian
- ambalan / floating shelf
- meja rias
Keunggulan Sungkai untuk furniture:
- ringan tapi cukup kuat
- tampilan clean dan modern
- mudah dibentuk & di-finish
- cocok untuk segala tema desain interior
Tidak heran kayu Sungkai sangat populer di toko furniture bertema minimalis dan skandinavia.
4) Kayu Sungkai untuk Lantai Kayu

Bagaimana dengan lantai?
Ini bagian yang sering ditanyakan, namun perlu penjelasan jujur:
Sungkai bukan pilihan terbaik untuk lantai kayu solid.
Mengapa?
Karena lantai membutuhkan:
- kayu super stabil
- kayu super keras
- ketahanan terhadap tekanan tinggi
- ketahanan terhadap kelembapan
Di sini, Sungkai kalah dengan Merbau, Jati, atau Ulin.
Namun…
Sungkai masih bisa digunakan untuk lantai sebagai flooring engineered, yaitu Sungkai hanya sebagai lapisan atas, sementara bagian bawah menggunakan plywood khusus. Engineered wood jauh lebih stabil dan aman.
Selengkapnya : Mengenal Lantai Kayu Sungkai Yang Dulu jadi Primadona
Bila Anda sedang mencari kayu untuk digunakan di lantai, ada beberapa rekomendasi yang lebih menarik, selengkapnya : Daftar harga lantai kayu terbaru
Harga Pintu Kayu Sungkai Berbagai Model

Di bawah ini daftar harga terbaru untuk berbagai jenis daun pintu Sungkai lengkap dengan ukuran dan harga per meter perseginya.
| Jenis Produk | Spesifikasi Ukuran | Harga Baru / Unit | Harga Baru / m² |
|---|---|---|---|
| Daun Pintu Panel Minimalis Sungkai | 4 × 12 cm | Rp 1.400.000 | Rp 950.000 |
| Daun Jendela Kayu Sungkai | 4 × 10 cm | Rp 700.000 | Rp 277.000 |
| Daun Pintu Double Teakwood Sungkai | 4 × 10 cm | Rp 1.000.000 | Rp 650.000 |
| Daun Pintu Panel Sungkai | 4 × 12 cm | Rp 1.600.000 | Rp 1.030.000 |
| Daun Pintu Plywood Sungkai | 4 × 10 cm | Rp 750.000 | Rp 500.000 |
Kenapa Model Pintu Minimalis Sungkai Paling Diminati?
Kalau diperhatikan, desain rumah modern saat ini hampir semuanya mengarah ke konsep minimalis–baik dari segi bentuk maupun finishing. Tidak heran jika pintu Sungkai model minimalis menjadi yang paling banyak dicari.
Beberapa alasan kenapa pintu Sungkai minimalis sangat populer:
- Serat kayunya halus dan cerah, cocok untuk interior modern.
- Bisa dipadukan dengan berbagai warna cat tembok tanpa terlihat kontras.
- Harga lebih terjangkau dibanding jati atau merbau, tapi tetap tampil berkelas.
- Bobot lebih ringan, sehingga lebih aman untuk kusen dan engsel.
Hasil akhirnya? Rumah terlihat lebih rapi, bersih, dan elegan tanpa harus keluar biaya besar.
Demikian pembahasan kali ini mengenai Kayu Sungkai Untuk Pintu, Kusen dan Furniture lainnya, Semoga bisa membantu memecahkan atau setidaknya menambah referensi kayu terbaik untuk hunian.

Wijdan adalah pakar kayu dan flooring yang telah bekerja selama lebih dari 12 tahun di industri lantai kayu, decking outdoor, plafon kayu, dan konstruksi berbasis kayu solid. Ia telah menangani lebih dari 280 proyek perumahan, villa, hotel, dan area komersial di berbagai kota besar. Saat ini aktif menulis di Kios parquet
One Comment
Comments are closed.