kelebihan kekurangan lantai semen

Kelebihan dan Kekurangan Lantai Semen yang Harus Diketahui

Kelebihan Kekurangan Lantai Semen – Sesuai dengan namanya, lantai semen menggunakan bahan dasar semen yang dicampur dengan pasir, air, dan material pendukung lainnya.

Awalnya lantai semen kerap dijadikan lantai sementara atau sebagai penanda bangunan yang belum selesai.

Seiring dengan perkembangan zaman, kini lantai semen mulai banyak diminati karena dapat menciptakan kesan industrial, minimalis, dan modern.

Akan tetapi, terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan dari lantai semen yang harus dipertimbangkan.

Nah, biar gak penasaran mending simak langsung ulasannya di bawah ini:

Kelebihan Lantai Semen

1. Tampilan yang Natural dan Estetis

Secara visual, Lantai Semen mengusung warna abu-abu khas semen yang dapat menciptakan kesan natural dan simpel.

Ya, kesan simpel inilah yang membuatnya memiliki nilai estetika, sehingga ideal diaplikasikan pada rumah bergaya minimalis, industrial, klasik, dan modern tropis.

lantai semen yang berestetika

Adapun tekstur permukaannya yang cukup halus, namun tetap memiliki karakter yang akan memberikan efek luas dan bersih didalam ruangan.

Tanpa membutuhkan banyak sambungan seperti nat lantai keramik, Lantai Semen dapat menyuguhkan visual yang lebih rapi dan menyatu.

Melalui pencahayaan alami yang memadai, Lantai Semen bisa menjadi bagian dari interior yang kuat meski tidak didukung dengan berbagai dekorasi tambahan.

Baca juga: Jenis Bahan Karpet Lantai

2. Kokoh dan Awet

Dikarenakan bahan dasarnya yang terbuat dari semen, tentunya lantai ini mampu menahan beban berat dari furniture, lalu lintas penghuni, hingga penggunaan jangka panjang.

lantai semen yang berestetika

Terlebih jika proses pengerjaannya dilakukan dengan benar, Lantai Semen bisa bertahan selama puluhan tahun tanpa mengalami kerusakan yang signifikan lho.

Nah, keunggulannya inilah yang menjadikan Lantai Semen tak hanya cocok untuk rumah saja, namun juga untuk bangunan komersil seperti ruko, café, studio, hingga basement.

3. Perawatan yang Mudah

Jika dibandingkan dengan jenis material lantai lainnya, perawatan Lantai Semen terbilang cukup mudah.

Dengan tidak adanya nat seperti pada lantai keramik, membuat kotoran maupun debu tidak mudah menempel pada permukaan Lantai Semen.

lantai semen mudah dirawat

Dalam hal ini, Lantai Semen hanya cukup dibersihkan secara rutin dengan cara menyapu dan mengepel.

Apabila Lantai Semen sudah dilapisi dengan coating pelindung, bahkan perawatannya pun semakin lebih mudah.

Sehingga permukaan lantainya menjadi ilebih tahan terhadap noda, bahkan tidak mudah berdebu.

Pastinya hal ini sangat membantu bagi anda yang ingin mendapatkan lantai dengan perawatan simpel, namun masih tetap berestetika.

4. Cocok Untuk Berbagai Interior

Keunggulan berikutnya dari lantai semen yang harus diketahui, yakni cocok untuk berbagai konsep interior rumah.

Berkat warna abu-abunya yang terkesan netral, Lantai Semen mudah dipadukan dengan material lain seperti kayu, besi, logam, kaca, dan sebagainya.

lantai semen mudah dipadukan

Begitupun dengan furniture bergaya modern, klasik, industrial, hingga rustic tetap terlihat serasi ketika dipadukan dengan Lantai Semen.

Tentunya Lantai Semen selalu menjadi pilihan bagi mereka yang ingin merubah gaya interior rumah tanpa harus mengganti lantai.

Cukup dengan sedikit penyesuaian dekorasi saja, Lantai Semen tampil relevan dan tidak ketinggalan zaman.

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Lantai Tegel Beserta Plus Minusnya

Kekurangan Lantai Semen

1. Berpotensi Retak Rambut

Meski terkenal kokoh, faktanya retak rambut menjadi salah satu permasalahan paling umum pada Lantai Semen.

Ya, retakan kecil ini biasanya disebabkan karena proses pengeringan yang tidak merata, perubahan suhu, hingga pergerakan struktur bangunan.

Kendati tidak berpengaruh terhadap tingkat kekuatan lantai, retak rambut cukup mengganggu terhadap tampilan visual.

Untuk meminimalisir masalah tersebut, maka pengerjaan Lantai Semen harus dilakukan oleh tukang yang memang ahli dibidangnya.

Disisi lain, komposisi material dan Teknik aplikasi juga memiliki pengaruh penting terhadap kualitas Lantai Semen secara keseluruhan.

Bila perlu, gunakan finishing pelindung untuk mengurangi dampak visual dari retakan kecil tersebut.

Baca juga: Jenis Finishing Lantai Kayu

2. Tekstur Keras dan Dingin

Selain teksturnya yang cenderung keras, Lantai Semen juga kerap terasa dingin terlebih di pagi atau malam hari.

Bagi penderita rematik, tentunya kondisi ini sangatlah tidak nyaman.

Untuk mensiasatinya, anda bisa memberi karpet atau tikar diatas Lantai Semen agar terasa lebih hangat dan nyaman.

Namun, hal ini juga memerlukan penyesuaian tambahan terhadap penataan interior pada ruangan.

3. Licin Saat Terkena Air

Permukaan Lantai Semen kerap terasa licin saat terkena air, terlebih pada Lantai Semen yang dipoles atau diberi finishing glossy.

Pastinya hal ini berpotensi membahayakan keselamatan, terutama untuk kalangan anak-anak dan lansia.

Maka dari itu, penggunaan Lantai Semen di area basah seperti kamar mandi, dapur, dan teras wajib mempertimbangkan jenis finishing yang akan digunakan.

Disarankan untuk menggunakan jenis finishing doff karena dapat menghasilkan tekstur kasar, sehingga permukaan Lantai Semen tidak terlalu licin meski terkena air.

4. Harus Dibuat Dengan Cermat

Meski terlihat simpel, nyatanya proses pembuatan Lantai Semen memerlukan ketelitian yang cukup tinggi.

Sedikit saja kesalahan dalam pencampuran material, perataan, atau waktu pengeringan akan membuat permukaan Lantai Semen tidak rata, mudah berdebu, sertap mudah rusak.

Disisi lain, proses pembuatan Lantai Semen juga tidak bisa dilakukan dengan waktu yang singkat.

Untuk mendapatkan struktur Lantai Semen yang kokoh dan stabil, biasanya proses pengeringan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai kelebihan dan kekurangan Lantai Semen, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan pertimbangan saat hendak membangun maupun merenovasi rumah.

Similar Posts