Ini Rahasia Membersihkan Keramik Kusam Jadi Seperti Baru
Pernahkah Anda merasa frustrasi?
Anda sudah mengepel lantai setiap pagi dan sore. Anda sudah menggunakan cairan pembersih lantai yang iklannya bilang “membunuh 99% kuman”. Anda bahkan sudah menyikatnya sekuat tenaga hingga tangan pegal.
Tapi hasilnya?
Keramik lantai rumah Anda tetap terlihat kusam, dekil, dan yang paling menyebalkan: Nat-nya (garis antar keramik) tetap hitam legam.
Jika Anda mengangguk, berarti Anda telah melakukan kesalahan fatal yang dilakukan oleh 90% pemilik rumah di Indonesia. Anda tidak sendirian, tapi bukan berarti Anda boleh terus-terusan salah.

Seringkali, cara kita membersihkan keramik justru adalah penyebab utama keramik itu sendiri menjadi rusak permanen. Alih-alih bersih, lapisan pelindung keramik malah tergerus, membuatnya semakin mudah menyerap kotoran di masa depan. Lingkaran setan yang tak berujung.
Di artikel ini, kita akan membongkar tuntas cara membersihkan keramik dengan benar. Lupakan cara kuno. Kita akan bicara teknis, kimia sederhana, dan trik yang jarang dibocorkan tukang cleaning service profesional.
Siapkan kopi Anda, mari kita bedah.
Sebelum itu, Mungkin Anda juga tertarik membaca ini : Cara Merawat Lantai Kayu Agar Awet Puluhan Tahun
Dosa Besar #1: Menggunakan Pembersih Porselen Keras (HCL)
Sebelum kita masuk ke “Cara”, kita harus bahas dulu “Jangan”-nya.

Ini adalah kesalahan paling umum. Karena tidak sabar melihat noda membandel, banyak orang nekat menyiramkan cairan pembersih kloset (yang mengandung HCL/Asam Klorida tinggi) ke lantai keramik ruang tamu atau kamar tidur.
Tolong, hentikan sekarang juga.
Mengapa? Keramik lantai memiliki lapisan kaca tipis di permukaannya yang disebut Glazur. Lapisan inilah yang membuat keramik mengkilap dan menahan kotoran agar tidak meresap ke pori-pori tanah liat.
Cairan asam keras memang akan merontokkan kotoran seketika. Tapi, ia juga memakan lapisan glazur tersebut.
- Efek Jangka Pendek
Lantai terlihat bersih dan kesat. - Efek Jangka Panjang
Pori-pori keramik terbuka lebar. Debu, tumpahan kopi, atau tanah akan masuk ke dalam pori-pori batu. Akibatnya? Keramik akan kusam permanen dan mustahil dibersihkan lagi kecuali dibongkar.
Jadi, aturan pertama: Jauhkan HCL dari keramik lantai biasa (terutama Granite Tile).
Identifikasi Musuh Anda: Jenis Noda Menentukan Senjata
Membersihkan keramik itu seperti perang. Anda harus tahu siapa musuhnya untuk memilih senjata yang tepat. Tidak semua noda bisa dihajar dengan sabun pel biasa.

- Noda Organik (Minyak, Lemak, Makanan)
Musuhnya adalah deterjen bersifat Alkali (Basa). - Noda Mineral (Kerak Air, Semen, Kapur)
Musuhnya adalah cairan bersifat Asam Lemah. - Noda Kusam Umum
Musuhnya adalah pH Netral.
Memahami ini adalah kunci agar Anda tidak kerja bakti sia-sia.
Langkah 1: The Pre-Cleaning (Yang Sering Dilewatkan)
Banyak orang langsung menyiram air sabun ke lantai yang masih berdebu. Ini kesalahan fatal. Air + Debu = Lumpur. Anda hanya akan meratakan lumpur ke seluruh ruangan.

Cara Benar:
- Vacuum atau Sapu Bersih
Pastikan tidak ada satu butir pasir pun. Pasir adalah musuh utama kilap keramik. Saat Anda mengepel lantai yang berpasir, Anda sama saja sedang mengampelas lantai Anda sendiri. Baret halus akan muncul, dan keramik akan kehilangan kilaunya.
Langkah 2: Racikan “Ajaib” untuk Keramik Kusam (Deep Cleaning)
Jika lantai Anda sudah terlanjur kusam dan dekil, mengepel biasa tidak akan mempan. Anda butuh Deep Cleaning.
Lupakan pembersih mahal. Anda bisa membuat racikan sendiri yang lebih aman untuk glazur namun mematikan bagi noda.
Resep “Golden Mix”:
- 1 Ember air panas (bukan mendidih, cukup hangat kuku). Air panas mengangkat lemak jauh lebih cepat daripada air dingin.
- 1/2 Cangkir Cuka Putih (Asam lemah untuk mengangkat kerak mineral).
- 1 Sendok Makan sabun cuci piring (Pengangkat lemak).
- (Opsional) Beberapa tetes Essential Oil untuk aroma.
Penting
Jangan gunakan cuka pada lantai marmer atau batu alam (granit alam). Tapi untuk keramik biasa dan Homogeneous Tile (Granit buatan), ini sangat aman dan efektif.
Cara Eksekusi:
- Celupkan kain pel (pilih kain microfiber, bukan sumbu kompor jadul).
- Peras sampai lembap, jangan basah kuyup.
- Pel searah serat atau pola.
- KUNCI RAHASIA: Siapkan ember kedua berisi air bersih biasa. Setelah mengepel satu area, bilas kain pel di ember air bersih, baru celupkan lagi ke ember sabun.
- Kenapa? Agar Anda tidak mengepel lantai sisa ruangan menggunakan air kotoran dari ruangan sebelumnya. Ini sepele, tapi dampaknya luar biasa.
Langkah 3: Menaklukkan “Si Garis Hitam” (Nat Keramik)

Lantai keramik Anda mungkin bersih, tapi jika Nat-nya hitam, rumah Anda akan tetap terlihat jorok. Membersihkan nat adalah pekerjaan yang paling melelahkan, tapi paling memuaskan.
Jangan dikerok pakai pisau! Itu akan membuat nat bolong dan menjadi sarang semut.
Gunakan Pasta Baking Soda:
- Campurkan Baking Soda dengan sedikit air hingga berbentuk pasta kental (seperti odol).
- Oleskan pada garis nat yang hitam.
- Semprotkan sedikit cuka putih di atasnya. Ia akan mendesis/berbusa. Biarkan reaksi kimia ini bekerja memecah kotoran selama 10-15 menit.
- Sikat menggunakan sikat gigi bekas (bulu sikat nilon). Jangan sikat kawat!
- Bilas dengan kain basah.
Hasilnya? Garis nat akan kembali putih/abu-abu cerah, membuat kontras lantai Anda kembali tajam seperti baru dipasang.
Langkah 4: Bilas dan Keringkan (The Finishing Touch)
Pernahkah Anda melihat lantai yang baru dipel tapi terlihat lengket atau ada jejak kaki saat kering? Itu adalah Residu Sabun.
Sisa sabun yang tertinggal di lantai justru akan bertindak seperti magnet bagi debu. Lantai Anda akan kotor lagi dalam waktu 1 jam.

Prosedur Wajib
Setelah proses pembersihan selesai, lakukan satu kali putaran pel lagi menggunakan Air Bersih Saja (tanpa sabun). Setelah itu, jika memungkinkan, keringkan dengan lap kering (dry buffing).
Mengeringkan lantai secara manual akan mencegah bercak air (water spot) dan membuat keramik benar-benar glowing.
Baca juga : Cara Memoles atau Mempercantik Lantai Kayu Parket
Trik Bonus: Sitrun (Citric Acid) untuk Noda Semen/Cat
Seringkali paska renovasi, ada cipratan semen atau cat kering yang menempel. Jangan dicongkel paksa!
Gunakan Sitrun (Citric Acid). Anda bisa membelinya di warung seharga 2 ribu perak.
- Larutkan sitrun dengan sedikit air hangat.
- Siramkan ke noda semen.
- Tunggu 15 menit. Asam sitrat akan melunakkan ikatan semen.
- Sikat perlahan, noda akan rontok dengan mudah tanpa melukai keramik.
Konsistensi > Intensitas

Membersihkan keramik dengan benar bukan soal seberapa kuat otot tangan Anda saat menyikat, tapi seberapa tepat teknik dan bahan kimia yang Anda gunakan.
Ringkasan untuk Anda bawa pulang:
- Haramkan HCL/Pembersih Kloset untuk lantai keramik.
- Vacuum/Sapu sebelum mengepel adalah wajib hukumnya.
- Gunakan Air Hangat dan sistem Dua Ember (Ember Sabun & Ember Bilas).
- Bersihkan Nat dengan Baking Soda, bukan dikerok.
- Bilas residu sabun agar lantai tidak lengket.
Lakukan metode Deep Cleaning ini sebulan sekali, dan pel harian seperti biasa. Dijamin, tetangga yang berkunjung akan bertanya: “Lantainya baru diganti ya?”
Selamat mencoba, dan nikmati sensasi berjalan di lantai yang benar-benar bersih!
Baca juga : Cara Merawat dan Membersihkan Decking Kayu Outdoor
Demikian pembahasan kali ini mengenai cara membersihkan lantai keramik dari tahapan indentifikasi noda, pre-cleaning, lainnya. Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat memudahkan Anda dalam membersihkan lantai keramik.

Wijdan adalah pakar kayu dan flooring yang telah bekerja selama lebih dari 12 tahun di industri lantai kayu, decking outdoor, plafon kayu, dan konstruksi berbasis kayu solid. Ia telah menangani lebih dari 280 proyek perumahan, villa, hotel, dan area komersial di berbagai kota besar. Saat ini aktif menulis di Kios parquet