Hal Yang Harus Di Hindari Ketika Menggunakan Lantai Kayu Jati
Lantai kayu Jati seringkali menawarkan sebuah estetika yang luar biasa dibandingkan dengan menggunakan lantai konvensional seperti keramik. Dengan tekstur kayu yang memukau serta kenyamanan saat dipijak pembuat lantai kayu jati menjadikan rumah punya nilai tambah.
Tapi ada beberapa hal yang perlu diwaspadai saat kita menggunakan lantai kayu jati. Sebab jika kita mengabaikan beberapa hal ini, kemungkinan besar lantai jati yang ada di rumah kita tidak akan bertahan lama, kehilangan keindahan dan membawa penyakit.
Oleh karenanya, ada baiknya Anda menyimak terlebih dahulu Beberapa macam hal yang perlu dihindari saat kita menggunakan lantai kayu jati di bawah ini.
5 Macam Yang Harus Di Hindari Saat Menggunakan Lantai Kayu Jati
1. Hindari Genangan Air Berlebihan

Walaupun kayu jati memiliki ketahanan alami terhadap air, paparan yang terlalu lama tetap bisa menimbulkan masalah. Genangan air atau kelembapan tinggi dapat menyebabkan lantai berubah warna, mengembang, atau bahkan retak. Segera keringkan tumpahan air dengan kain lembut dan hindari pemasangan lantai kayu jati di area yang selalu basah, seperti kamar mandi atau dapur tanpa ventilasi yang baik.
2. Hindari Penggunaan Produk Pembersih yang Salah

Banyak orang salah kaprah menggunakan pembersih serbaguna atau cairan kimia keras pada lantai kayu. Padahal, produk yang tidak sesuai bisa merusak lapisan pelindung (finishing) lantai. Gunakan selalu cairan pembersih khusus lantai kayu atau cukup gunakan kain lembap yang diperas dengan baik. Hindari pemakaian cairan berbahan amonia, pemutih, atau sabun berbusa berlebih karena bisa meninggalkan noda dan membuat permukaan kusam.
3. Hindari Goresan dan Kerusakan Fisik

Walaupun jati termasuk jenis kayu keras, goresan tetap bisa terjadi jika lantai tidak dijaga dengan baik. Hindari menyeret furnitur berat secara langsung di atas lantai. Gunakan alas pelindung (felt pads) pada kaki meja, kursi, atau sofa agar lantai tetap terjaga. Selain itu, berhati-hatilah dengan benda tajam dan hindari memakai sepatu berhak runcing di dalam rumah karena dapat meninggalkan bekas pada permukaan lantai.
4. Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung

Paparan sinar UV yang berlebihan dari jendela bisa memudarkan warna alami lantai kayu jati. Jika ruangan memiliki bukaan besar, sebaiknya gunakan tirai, gorden tipis, atau kaca film penahan UV untuk mengurangi intensitas cahaya yang masuk. Dengan begitu, keindahan warna alami kayu tetap terjaga lebih lama.
5. Hindari Perubahan Suhu dan Kelembaban yang Drastis
Meskipun jati cukup stabil, perubahan suhu atau kelembaban yang ekstrem atau mendadak dapat menyebabkan kayu mengembang atau menyusut, yang dapat menyebabkan kerusakan. Cobalah untuk menjaga suhu dan kelembaban rumah Anda sekonstan mungkin.

6. Hindari Pembersihan dengan Alat yang Kasar
Menggunakan sikat berbulu keras atau kain kasar untuk membersihkan lantai dapat merusak lapisan permukaan kayu. Gunakan alat pembersih yang lembut seperti microfiber mop atau vacuum cleaner dengan pengaturan khusus untuk lantai kayu. Ini akan membantu menjaga lantai tetap bersih tanpa mengurangi kualitas finishing.
7. Hindari Menunda Perawatan Rutin
Banyak pemilik rumah mengabaikan perawatan jangka panjang lantai kayu jati. Padahal, perawatan rutin seperti pemolesan ulang (refinishing) atau pelapisan pelindung dapat memperpanjang umur lantai hingga puluhan tahun. Jangan menunggu hingga lantai tampak kusam atau rusak parah baru melakukan perawatan.
Dengan menghindari hal-hal ini dan merawat lantai kayu jati Anda dengan benar, Anda dapat memastikan bahwa lantai Anda akan tetap tampak indah dan bertahan selama bertahun-tahun.
Demikian pembahasan mengenai hal yang harus dihindari saat menggunakan parket kayu jati. Semoga bisa bermanfaat.

Anton adalah seorang Quality Control Pemasangan lantai kayu, decking, plafon, papan tangga dan Product kayu dekoratif lain dari KIOS PARQUET yang selalu memastikan pemasangan sesuai standar SOP, berkualitas dan bermutu tinggi. Paham betul struktur kayu, teknik pasang dan tajam dalam mengatasi masalah di lapangan.
One Comment
Comments are closed.