Lantai Linoleum

Lantai Linoleum: Material Lantai yang Jarang Digunakan

Lantai linoleum – Banyaknya jenis material lantai yang tersedia dipasaran memang terkadang membuat seseorang bingung dalam menentukan pilihannya.

Sebab masing-masing material lantai memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari tekstur, bentuk, warna, tingkat keawetan, kenyamanan, keindahan, dan harga.

Namun, ada salah satu jenis bahan lantai yang saat ini tidak terlalu populer dikalangan masyarakat. Ya, material tersebut berupa lantai linoleum.

Lantai Linoleum Terbuat Dari Bahan Apa?

Banyak yang beranggapan bahwa lantai Linoleum merupakan bahan sintetis. Padahal, lantai Linoleum terbuat dari bahan-bahan alami lho.

material Lantai Linoleum

Adapun bahan-bahan dasar yang digunakan pada lantai linoleum seperti berikut:

  • Minyak biji rami (linseed oil)
  • Serbuk kayu
  • Tepung gabus (cork)
  • Resin pohon
  • Pigmen warna alami
  • Alas dari kain goni atau jute

Semua bahan organic tersebut akan di press dan dicetak menjadi sebuah lembaran atau roll panjang.

Mengingat komposisinya terbuat dari bahan alami, tentunya Linoleum merupakan pilihan paling tepat dalam mengurangi penggunaan plastik dan bahan kimia berbahaya lainnya.

Baca juga: Ciri Khas Lantai Marmer

Keunggulan Lantai Linoleum

keunggulan Lantai Linoleum

1. Ramah Lingkungan

Tak seperti lantai vinyl yang mengandung PVC, lantai Linoleum tidak mengandung bahan kimia berbahaya sehingga aman digunakan dalam jangka panjang.

Ya, lantai Linoleum tidak akan mengeluarkan gas beracung. Bahkan ketika suatu saat diganti, material Linoleum bisa terurau secara alami tanpa merusak lingkungan.

2. Tahan Lama dan Tidak Mudah Rusak

Meski terbuat dari bahan organic, ternyata lantai Linoleum memiliki durabilitas yang cukup tinggi lho.

Melalui perawatan yang tepat, lantai Linoleum bisa bertahan selama 20 sampai 40 tahunan. Terlebih teksturnya yang lentur, sehingga ia tidak mudah mengalami retak maupun penyok selama digunakan.

Disisi lain, lantai Linoleum memiliki lapisan warna yang dapat menembus sampai ke bagian dalam material.

Itu artinya, goresan kecil tidak akan mempengaruhi tampilan permukaan lantai Linoleum.

3. Nyaman Saat Dipijak

Lantai Linoleum memiliki tekstur permukaan yang terasa hangat, empuk, dan nyaman saat dipijak.

Bahannya tidak sekeras keramik maupun granit, sehingga ideal untuk rumah yang dihuni oleh anak-anak dan para lansia.

Menariknya lagi, lantai Linoleum juga sudah dibekali dengan fitur anti-slip yang membuatnya tidak licin meski terkena air.

4. Perawatan yang Simpel

Perawatan lantai Linoleum hanya cukup dengan disapu, dipel, dan dijaga agar tidak terlalu lembab.

Tak seperti lantai parket kayu solid yang memerlukan coating khusus, lantai Linoleum cenderung stabil untuk penggunaan sehari-hari.

Guna menjaga lapisan permukaannya tetap mengkilap, beberapa produk Linoleum bisa dipoles secara berkala setiap beberapa bulan sekali.

5. Tersedia Varian Warna dan Motif yang Menarik

Awalnya lantai Linoleum hanya tersedia kedalam motif polos saja. Seiring dengan perkembangan zaman, kini lantai Linoleum hadir dengan berbagai varian warna dan motif yang menarik lho.

Adapun motif lantai Linoleum yang bisa anda pilih mulai dari marmer, batu alam, abstrak, papan catur, hingga motif kayu.

Baca juga: Jenis Lantai Motif Kayu Untuk Ruangan Rumah

Dengan banyaknya varian warna dan motif yang tersedia, tentunya bisa dipilih sesuai dengan desain interior rumah seperti minimalis, modern, retro, hingga industrial.

Kekurangan Lantai Linoleum

keunggulan Lantai Linoleum

Dibalik keunggulannya, lantai Linoleum juga memiliki beberapa kekurangan yang harus diketahui seperti berikut:

1. Tidak Tahan Terhadap Air

Meski tahan lembab, faktanya lantai Linoleum tidak terlalu tahan terhadap air dalam jangka panjang.

Jika sering terkena air, maka lantai Linoleum akan memuai hingga membuatnya terkelupas.

Oleh karena itu, lantai Linoleum tidak cocok diaplikasikan di area yang basah seperti kamar mandi maupun area outdoor.

2. Sensitif Terhadap Panas Tinggi

Selain tidak tahan terhadap air, lantai Linoleum juga tidak terlalu tahan terhadap paparan sinar matahari secara langsung dalam jangka panjang.

Ketika terpapar sinar matahari langsung secara menerus, warna lantai Linoleum akan memudar.

Jadi, lantai Linoleum lebih cocok diaplikasikan untuk area indoor ketimbang outdoor.

3. Membutuhkan Instalasi yang Tepat

Pemasangan lantai Linoleum sebaiknya dikerjakan oleh para tukang yang ahli dibidangnya.

Ya, sebab permukaan lantai dasr harus rat dan kering, karena Linoleum bisa menonjolkan ketidaksempurnaan di bagian bawahnya.

Jika pemasangannya tidak rapi, tentu hasil akhirnya pun akan terlihat bergelombang.

Apakah Linoleum Serupa Dengan Vinyl?

Sebenarnya masih banyak yang beranggapan bahwa material linoleum adalah vinyl. Ya, sebab keduanya sama-sama hadir dalam bentuk roll, tile, dan plank dengan motif yang mirip.

perbandingan Lantai Linoleum dan vinyl

Nah, karena hal-hal itulah yang membuat Linoleum selalu dianggap sebagai vinyl. Padahal, antara Linoleum dan vinyl merupakan dua jenis material yang berbeda lho.

Baca juga: Lantai SPC vs Lantai WPC Mana Yang Lebih Baik?

Dari segi bahan dasar, lantai Linoleum terbuat dari bahan alami sedangkan lantai vinyl terbuat dari polimer plastik sejenis PVC.

Lantai Linoleum memang lebih unggul dari segi keawetan, namun tidak terlalu tahan terhadap air.

Berbeda dengan lantai vinyl yang cukup tahan terhadap air, tapi tingkat keawetannya tidak sebagus lantai Linoleum.

Disis lain, harga lantai Linoleum relatif lebih mahal karena ketersediaannya yang langka di Indonesia.

Bagaimana, apakah anda lebih tertarik menggunakan lantai linoleum atau vinyl?

Similar Posts

One Comment

Comments are closed.