kiosparquet jenis kayu untuk Funitur

10 Kayu Terbaik Untuk Furniture Dan karakteristiknya

Kayu Untuk Furniture – Meski saat ini banyak produk furniture yang terbuat dari material olahan, namun funitur berbahan kayu asli masih tetap banyak diminati. Hal itu bukan tanpa alasan, karena furniture yang berbahan kayu asli memiliki tingkat kekuatan dan keindahan yang tidak terdapat pada material olahan. Sehingga tak heran jika furniture berbahan kayu tidak pernah sepi dari pembeli.

Akan tetapi, tidak semua jenis kayu yang ada di Indonesia ini cocok dijadikan bahan baku untuk pembuatan furniture lho. Jika dinilai dari tingkat kerapatannya, maka kayu akan dibedakan kedalam dua tipe, yakni kayu keras dan kayu lunak. Dalam menunjang kebutuhan furniture, maka tipe kayu yang harus digunakan adalah kayu tipe keras. 

Lalu, jenis-jenis kayu seperti apa sajakah yang cocok untuk furniture?

Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai jenis-jenis kayu terbaik untuk furniture, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Baca juga : Deretan Kayu Terbaik Untuk Dermaga tahan Air Laut

Tips Memilih jenis Kayu Untuk Furniture

Bagaimana cara memilih jenis kayu terbaik untuk Furniture?

1. Tentukan Dulu Jenis Furniturenya

Sebelum menentukan kayunya, kamu perlu tahu dulu furniture-nya akan digunakan di mana dan untuk apa. Karena, kebutuhan kayu untuk meja dapur tentu berbeda dengan kayu untuk lemari di kamar tidur.

kiosparquet jenis kayu untuk Funitur

Beberapa panduannya begini:

  • Untuk luar ruangan (outdoor)
    pilih kayu yang tahan cuaca seperti ulin, Bengkirai, atau merbau.
    Kayu-kayu ini punya kandungan minyak alami yang bisa melindungi dari air dan jamur.
  • Untuk dalam ruangan (indoor)
    kamu bisa pilih kayu yang lebih ringan dan estetis seperti mahoni, sonokeling, atau Jati.
  • Untuk area lembap seperti dapur atau kamar mandi
    pilih kayu yang tidak mudah menyerap air seperti Ulin atau bengkirai.

Dengan menentukan konteks pemakaian di awal, kamu bisa mempersempit pilihan dan mencegah kesalahan fatal di tahap berikutnya.

2. Cek Kadar Kelembapan Kayu (Moisture Content)

Ini salah satu hal yang sering diabaikan tapi sangat penting.

Kayu yang masih “basah” alias belum kering sempurna cenderung mudah melengkung, retak, atau berubah bentuk setelah dijadikan furniture. Idealnya, kayu yang dipakai untuk furniture punya kadar kelembapan sekitar 12–15%.

Kalau kamu beli kayu dari pengrajin lokal, pastikan kayunya sudah melalui proses oven drying (pengeringan oven), bukan hanya dijemur di bawah matahari. Kayu oven lebih stabil, awet, dan warnanya pun lebih merata.

3. Perhatikan Pola Serat dan Warna Alaminya

Serat kayu bukan cuma soal keindahan, tapi juga menandakan kualitas.

Kayu dengan serat rapat dan lurus biasanya lebih kuat dan awet.
Sementara kayu dengan pola serat berpola unik seperti gelombang atau swirl sering jadi favorit untuk estetika interior.

Tips kecil:

Kalau kamu ingin tampilan natural dan mewah, jangan terlalu sering menutup serat kayu dengan cat solid. Gunakan finishing clear varnish atau natural oil agar seratnya tetap terlihat.

4. Hindari Kayu yang Terlalu Murah (Biasanya Ada Alasannya)

Banyak orang tergoda dengan harga kayu yang murah, padahal bisa jadi itu kayu bekas, kayu muda, atau bahkan kayu yang belum kering sempurna.

Harga kayu yang terlalu murah sering kali mengorbankan:

  • Daya tahan (cepat lapuk)
  • Ketahanan rayap
  • Kestabilan bentuk

Ingat, furniture itu investasi jangka panjang.
Lebih baik sedikit mahal di awal tapi tahan 10 tahun, daripada murah tapi rusak dalam 6 bulan.

Jenis-jenis Kayu Terbaik Untuk Furniture

1. Kayu Jati 

Jenis kayu terbaik pertama yang cocok untuk pembuatan furniture, yakni bernama kayu jati. Pohon jati berbatang lurus yang tumbuh dengan ukuran diameter sekitar 1,8 – 2,4 meter, sedangkan ukuran tingginya berkisar antara 40 – 45 meter. Dinilai dari kualitas secara keseluruhan, kayu jati ini memang yang terbaik diantara jenis kayu lainnya.  

Itu sebabnya, mengapa furniture maupun property yang berbahan kayu jati selalu dibanderol dengan harga yang mahal. Kualitas kayu jati itu sendiri akan dinilai dari beberapa aspek seperti : 

  • tingkat kekerasan
  • tingkat kekuatan
  • tingkat kepadatan serat
  • tingkat keindahan pola serat
  • tingkat keindahan warna.
Jenis Kayu Terbaik Untuk Furniture - kayu jati

Akan tetapi, kayu jati itu sendiri dibedakan lagi kedalam tiga kelas berbeda yaitu grade A, grade B, dan grade C. Secara otomatis, kualitas dan harga yang ditawarkan dari masing-masing kelas kayu jati tersebut akan berbeda pula.

Kayu jati berasal dari daerah Burma (Myanmar) yang kemudian menyebar ke kawasan Asia Lainnya seperti Indonesia, Malaysia, Laos, Kamboja, Thailand,Filipina, hingga India. 

Adapun mengenai penyebaran pohon jati di Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatera, dan sebagainya. Batang pohon jati biasa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan poperty dan furniture seperti meja, kursi, lemari, rak, Kusen pintu dan jendela, Lantai kayu parket, dan masih banyak lagi.

Baca juga : Jenis-jenis Kayu Jati yang Harus Kamu Ketahui

2. Kayu Bacote

kiosparquet jenis kayu untuk Funitur

Selain kayu jati, bacote juga termasuk kedalam jajaran salah satu jenis kayu terbaik yang kerap digunakan untuk pembuatan furniture. Hal itu bukan tanpa alasan, disamping teksturnya yang kuat dan kokoh, tampilan kayu bacote juga tampak lebih nyentrik dibanding jenis kayu lainnya lho.

Bacotte merupakan pohon kayu yang berasal dari daerah Meksiko dan Amerika Selatan, yang mana ukuran tinggi pohonnya mencapai 30 meter dengan diameter sekitar 1,5 meter. Kayu bacote pun sering digunakan untuk kebutuhan furniture, karena warna dan motifnya yang begitu nyentrik seperti zebra.

Saat dibelah, biasanya kayu bacote akan mengeluarkan cairan sejenis minyak yang berfungsi untuk melindunginya dari saerangan hama rayap. Meski memiliki cairan minyak, namun proses pengolahan kayu yang satu ini terbilang cukup mudah. 

Berkat kandungan minyak dan motif menarik yang dimilikinya, maka tak heran jika sebuah furniture yang berbahan kayu bacote ini memiliki nilai estetika tinggi.Tak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan furniture, kayu bacote juga sering dijadikan untuk pembuatan alat musik, pembuatan perahu, hingga pegangan senjata. 

3. Kayu Ulin

decking kayu ulin terpasang

Penyebaran pohon kayu ulin di Indonesia kebanyakan berasal dari kawasan hutan tropis Kalimantan, yang mana masyarakat Suku Dayak sering menyebut kayu ulin dengan istilah “bulian” atau “kayu besi”, dikarenakan teksturnya yang memang sekeras besi.

Dengan demikian, maka tak heran jika kayu ulin sangat cocok dijadikan bahan baku untuk kebutuhan furniture maupun konstruksi bangunan, seperti lantai kayu outdoor (deck wood), pembuatan meja, kursi, lemari, kusen, pembuatan jembatan, bantalan rel kereta, hingga industri perkapalan. 

Pohon ulin termasuk kedalam jenis pohon dengan pertumbuhan yang lambat, sehingga ketersediaan kayu ulin tidak pernah mencukupi kebutuhan industri perkayuan. Itu artinya, harga kayu ulin di pasar tergolong cukup mahal.

Karakteristik kayu dari pohon ulin terbukti tahan terhadap perubahan cuaca, kelembapan, dan tahan terhadap pengaruh air laut. Adapun mengenai beragam jenis kayu ulin yang tersedia dipasaran seperti :

  • Ulin Tando yang memiliki warna coklat kemerahan
  • Ulin Lilin yang memiliki warna cokelat gelap
  • Ulin Tembaga dengan warna yang cenderung kekuningan
  • Ulin kapur yang memiliki warna cokelat muda.

Karakteristik Pohon Kayu Ulin

  • Bagian batangnya berbentuk lurus yang berbanir dengan tajuk bulat dan rapat
  • Pohon ulin mempunyai percabangan yang mendatar
  • Pohon ulin biasanya tumbuh di ketinggian 5 meter hingga 4 meter diatas permukaan laut dengan kontur tanah yang datar hingga miring
  • Pertumbuhan pohon ulin sangat lambat
  • Tahan terhadap perubahan cuaca dan kelembapan.

Baca juga : Apa Itu Decking Kayu Ulin

4. Dalberdia Latifola

kiosparquet jenis kayu untuk Funitur

Seperti halnya kayu bacote, yang mana Dalberdia Latifola juga merupakan salah satu jenis kayu dengan tampilan unik dan nyentrik. Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat jenis kayu yang satu ini tampil dengan perpaduan antara warna hitam dan cokelat sehingga dapat menyuguhkan sisi eksotis.

Bukan hanya itu saja, bahkan kayu Dalberdia Latifola pun memiliki aroma arum khas seperi aroma bunga mawar saat batangnya di belah. Berkat aromanya yang harum, Dalberdia Latifola juga lebih dikenal dengan nama Rosewood.

Penyebaran pohon Dalberdia Latifola meliputi kawasan Asia Selatan, Afrika, Madagaskar, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Di Indonesia, Dalberdia Latifola ini biasanya sering disebut dengan nama kayu sonokeling.

5. Kayu Merbau

Jenis kayu terbaik untu furniture berikutnya yang akan dibahas, yakni bernama kayu merbau. Pohon merbau tumbuh dengan ukuran sedang hingga besar yang mencapai 50 meter, sedangkan ukuran panjang batangnya kurang lebih dari 20 meter dengan gemang 160 cm – 250 cm.

Disamping itu, pohon merbau juga mempunyai akar papan berbanir yang cukup tinggi dan tebal. Adapun mengenai karakteristik kayu merbau seperti berikut :

  • Bagian teras kayu merbau tampil dengan warna coklat kelabu atau kuning coklat hingga coklat kemerahan, bahkan cenderung kehitaman. 
  • Sementara bagian gubalnya tampil dengan warna pucat kuning hingga kuning muda
  • Tekstur kayu merbau sangat keras dan terasa agak kasar dan licin saat diraba
  • Kayu merbau mempunyai tingkat keawetan yang tinggi karena tahan terhadap rayap dan pelapukan. Sehingga tak heran, jika kayu merbau termasuk kedalam kelas 1 dan kelas 2. 
  • Tingkat penyusutan dan daya retak pada kayu merbau juga tergolong rendah, yang membuatnya tahan terhadap perubahan cuaca
  • Penyebaran pohon merbau di Indonesia banyak dijumpai di daerah Papua dan Kalimantan. 

Baca selengkapnya Mengenal Kayu Merbau khas Papua

6. Kayu Mahoni

Kalau jati itu kuat dan berwibawa, maka mahoni adalah kayu yang elegan dan penuh karakter.
Seratnya halus, warnanya kemerahan, dan mudah diukir — cocok banget buat kamu yang suka furnitur dengan detail artistik.

Kelebihan kayu mahoni: Tekstur serat lembut dan seragam, Ideal untuk ukiran dan finishing halus, Harga lebih terjangkau dibanding jati. Namun, kayu ini kurang tahan terhadap rayap dan air, jadi sebaiknya digunakan untuk interior, bukan outdoor.

Kayu mahoni cocok digunakan untuk lemari pakaian, meja rias, ranjang, dan furnitur bergaya klasik.

7. Kayu Sonokeling

Kalau kamu suka furnitur dengan tampilan eksklusif dan sedikit misterius, Sonokeling bisa jadi pilihan yang menarik. Kayu ini punya warna coklat gelap kehitaman dengan pola serat yang kontra, terlihat mahal bahkan sebelum difinishing.

Ciri khasnya:

  • Keras, padat, dan berat
  • Serat indah alami seperti marmer kayu
  • Awet dan tahan lama

Nilainya sering disandingkan dengan rosewood di luar negeri, dan termasuk jenis kayu bernilai tinggi di pasar ekspor. Kayu Sonokeling cocok digunakan untuk meja kerja, kabinet mewah, atau furnitur premium bergaya kontemporer.

8. Kayu Akasia

Buat kamu yang suka gaya industrial atau modern rustic, Akasia adalah bintang baru di dunia furnitur. Kayu ini memiliki serat eksotik dan warna alami yang bisa beragam dari coklat muda hingga keemasan.

Kelebihan akasia:

  • Kuat dan tahan lama
  • Ramah lingkungan (bisa dibudidayakan cepat)
  • Harga relatif terjangkau

Namun, akasia agak berat dan bisa sedikit retak kalau tidak dikeringkan sempurna. Jadi, pastikan beli dari produsen terpercaya. Kayu Ini cocok digunakan untuk meja makan, rak minimalis, dan perabot bergaya modern natural.

9. Kayu Pinus

Pinus itu seperti “anak muda” di dunia furnitur — ringan, cerah, dan mudah dikreasikan.
Cocok banget buat kamu yang suka gaya Scandinavian, minimalis, atau bohemian.

Kelebihan pinus:

  • Ringan dan mudah dibentuk
  • Warna terang cocok untuk ruangan kecil
  • Harga ekonomis

Namun, karena teksturnya lembut, pinus kurang cocok untuk furnitur yang sering kena beban berat. Sebaiknya digunakan untuk elemen dekoratif atau interior yang tidak terlalu sering dipindah. Kayu Pinus cocok digunakan untuk meja belajar, rak, bingkai, atau dekorasi rumah minimalis.

10. Kayu Mindi

Mungkin kamu jarang dengar nama ini, tapi mindi mulai banyak dipakai di industri furnitur modern. Seratnya mirip jati, tapi dengan harga yang jauh lebih bersahabat.

Kelebihan kayu mindi:

  • Serat alami cantik
  • Cukup kuat untuk pemakaian indoor
  • Mudah diwarnai atau difinishing

Kelemahannya, kayu mindi kurang cocok untuk area lembap karena tidak sekuat jati atau merbau. kayu Mindi cocok digunakan untuk kursi, rak, lemari, dan meja ruang tamu.

Nah, itulah beberapa jenis kayu terbaik untuk furniture sehingga bisa kita jadikan sebagai bahan penambah wawasan. Kami kiosparquet adalah penyedia lantai kayu berkualitas tinggi.

Konsultasi lantai kayu parket berkualitas
Andri : 0812 6441 967

Similar Posts

One Comment

Comments are closed.